Desa Tumang, Cepogo, Boyolali, dikembangkan sebagai desa digital (digital village). Pada desa yang dikenal sebagai sentra industri kerajinan tembaga ini, akan didorong menjadi desa go internasional. Pertimbangannya, masyarakat setempat telah terbiasa mengakses Internet secara on line dan berkomunikasi dengan mitranya hingga ke luar negeri.
Memperhatikan potensi itu, Kantor Daerah PT Telkom Indonesia (Kandatel) Solo, memfasilitasi pengembangan kawasan itu sebagai desa digital. ''Ini merupakan desa digital kedua setelah Sangiran, Sragen,''kata General Manager Kandatel Solo Teguh Prasetyo. Sebelumnya Kandatel Solo mengembangkan desa digital di desa Krikilan/Sangiran, Kalurahan Kalijambe Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Peresmian desa digital pertama dilakukan oleh Bupati Sragen, pada Desember 2004.
Untuk pengembangan desa digital tersebut Teguh Prasetyo menyerahkan empat KBU Warung Internet dan 2 KBU Warung telepon. Program yang sinergi dengan digital village di Kabupaten Boyolali adalah Internet Goes to School [IG2S] bagi kalangan pendidikan khususnya bagi para guru dan murid setingkat SMP dan SMU. Untuk desa digital di Tumang, teknologi yang dipergunakan saat ini memakai saluran wireline yang dicatu dari STO Boyolal. Namun bila tidak memungkinkan dengan jaringan konvensional, dapat menggunakan saluran Flexi atau dengan Radio Single Channel [RSC] yang memiliki daya jangkauan radius hingga 20 kilometer.
( )sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=190424&kat_id=338&kat_id1=&kat_id2=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar